Dokter Jantung: Ibu Hamil Jangan Coba-Coba Merokok, Bisa Gagal Jantung

Sugeng rawuh Kolesterol Kita di Website Kami!

Kolesterol Kita, JAKARTA – Dokter Spesialis Jantung dan Jantung Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Jakarta, dr Mira Fauziak mengimbau para ibu untuk tidak merokok sebelum atau selama hamil. Merokok dapat menyebabkan gagal jantung. Dokter Jantung: Ibu Hamil Jangan Coba-Coba Merokok, Bisa Gagal Jantung

16 Orang Meninggal Tiap Jam Gegara Tuberkulosis, Guru Besar FKUI Erlina Burhan: Tragedi di Depan Mata yang Tak Disadari

“Jangan merokok, jangan merokok. Misalnya masih merokok, berhentilah jauh-jauh hari sebelum hamil. Lalu, misalnya merokok dan hamil, berhentilah karena itu sangat berdampak pada diri Anda. Darah.” .” Di Jakarta, Selasa (30/1/2024), ujarnya dalam wawancara yang dipantau secara online tentang gagal jantung saat hamil.

Menurut Meera, kebiasaan merokok ibu hamil meningkatkan risiko gagal jantung atau kondisi yang dikenal dengan perinatal cardiomyopathy (PPCM). Gagal jantung bisa terjadi pada ibu hamil pada trimester kedua hingga kelima kehamilan.

“Jadi jaga tekanan darah, jangan berlebihan, jangan berlebihan, gula darah jangan berlebihan, kemudian jaga berat badan, indeks massa tubuh, dan jangan gemuk,” ujarnya.

Mira menemukan, gagal jantung pada ibu hamil menimbulkan risiko besar bagi janin dalam kandungan. Risiko ini disebabkan jantung ibu tidak cukup kuat untuk memompa darah ke janin. Hal ini menyebabkan janin mengalami kekurangan gizi dan stunting sehingga mengakibatkan berat badan lahir rendah.

“Kemudian bisa ada kematian dalam kandungan, bisa juga kematian dalam kandungan, atau bisa juga keguguran, seperti keguguran, atau bisa juga kelahiran prematur. Utamanya karena kurang makan,” tuturnya.

Oleh karena itu, Mira mengimbau para ibu untuk merencanakan kehamilannya dengan matang, menjaga pola hidup sehat, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, dan menghindari rokok selama hamil. Dokter Jantung: Ibu Hamil Jangan Coba-Coba Merokok, Bisa Gagal Jantung

“Jangan sampai darah tinggi, makan makanan yang rendah garam. Maka tidak akan gemuk, tidak akan kena diabetes. Hati-hati dengan makanan, pola makan sehat, rendah lemak, rendah garam, dan tinggi gula,” ujarnya. .