FOTO: Bima Arya Cek Langsung Aduan Warga soal PPDB Jalur Zonasi, Terungkap Fakta Mengejutkan

Selamat datang Kolesterol Kita di Portal Ini!

Bogor – Wali Kota Bogor Bima Arya menindaklanjuti langsung keluh kesah warga mengenai indikasi perlakuan penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2023 melalui proses perencanaan. FOTO: Bima Arya Cek Langsung Aduan Warga soal PPDB Jalur Zonasi, Terungkap Fakta Mengejutkan

Tempat pelaksanaan tes salah satunya berada di Gang Selot dan Jalan Kantor Batu, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, tak jauh dari SMPN 1 Kota Bogor dan SMAN 1 Kota Bogor.

Di sana, Bima Arya dan Camat Bogor Tengah Dicky Iman Nugraha meyakinkan pemilik rumah untuk menanyakan nama-nama terkait PPDB melalui jalur organisasi. Unika Atma Jaya Fasilitasi Pembelajaran Online Kelas Dunia untuk Mahasiswa

Saat dikonfirmasi Bima Arya, ia pun mendapati nama yang diusungnya beralamat rumah kontrakan kosong dan wisma atau tempat tinggal kosong tempat para pekerja itu tinggal.

“Kita sudah cek sebelumnya, di Gang Selot dekat SMPN 1, ada rumah yang tidak ditemukan nama anak dan ada juga rumah mencurigakan, ada koordinatnya dekat, tapi alamat yang tertera terlalu jauh. jadi menurutku ini benar-benar sebuah permainan,” katanya.

Berdasarkan temuan tersebut, sekolah dasar dan menengah di bawah pemerintahan kota akan diusut tuntas.

“Saya akan ke Disdik Dukcapil lagi, semua program akan kita review, bagaimana pemilihan koordinatnya, bagaimana verifikasi KK-nya, ini penting untuk sekolah. Semua Disdik, Disdukcapil akan kita review. Besok saya jawab di sana, ini untuk menjawab keluhan warga,” ujarnya.

Saat melakukan verifikasi, Bima Arya juga mendapat pengaduan dari seorang warga, pemilik warung beras yang tinggal di Jalan Agen Batu selama tiga tahun setelah tinggal di Jalan Paledang.

Meski tempat tinggalnya dekat dengan SMAN 1 Kota Bogor, namun anak ibu yang berada di urutan teratas wilayah PPDB itu tertinggal.

Menanggapi hal tersebut, Bima Arya menegaskan sayang jika masih ada yang mempermainkan masa depan anak.

“Dulu ada anak yang dekat dengan rumah tapi tidak datang karena ditinggalkan jauh. Jika sistem perencanaannya tidak tepat, sebagian besar masyarakat yang belajar di pusat kota akan belajar. di desa-desa terpencil,” katanya.

“Ada yang dari pinggiran dan kalau kita lihat informasi tahun pendidikan di daerah ini (Provinsi Paledang) tidak genap 20 orang tapi bisa ratusan, jadi sebenarnya ada yang melanggar aturan. ,” dia menambahkan.

Menurut dia, rencana organisasi tersebut belum disusun dan ia mengusulkan agar dibubarkan. FOTO: Bima Arya Cek Langsung Aduan Warga soal PPDB Jalur Zonasi, Terungkap Fakta Mengejutkan

“Meskipun sistem desain ini masih akan digunakan, sistemnya harus lebih bersih lagi, sistem manusia kita, sistem verifikasi, jadi infrastruktur sekolah, tapi menurut saya meskipun infrastruktur sekolah merata, desain ini tidak mungkin,” dia berkata. .

Sebab, dari hasil verifikasi setelah sidak di lapangan juga ditemukan adanya bukti pengalihan kartu keluarga. Mahfud Md mengenang saat ia memerintahkan Wali Kota Bogor segera membuka GKI Yasmin Mahfud Md mengenang saat dibukanya kantor pos Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Bogor Barat, Jawa Barat yang lebih dikenal dengan nama GKI Yasmin. Kolesterol Kita 4 Januari 2024