Tanya Psikolog: Ibu Menyusui Ingin Me Time, Apakah Itu Termasuk Tindakan Egois?

Wecome Kolesterol Kita di Portal Ini!

Kolesterol Kita – Ibu menyusui yang baru saja melahirkan mungkin ingin meluangkan waktu untuk saya. Mari kita tanyakan pada psikolog apakah ini merupakan tindakan yang egois atau tidak. Tanya Psikolog: Ibu Menyusui Ingin Me Time, Apakah Itu Termasuk Tindakan Egois?

Ada kalanya ibu menyusui merasa lelah atau bosan dengan rutinitas baru. Jika iya, ibu perlu istirahat tidak hanya secara fisik namun juga mental. Gak apa-apa lho, ibu-ibu kasih waktu buat refreshing badan dan pikiran. Gambar seorang ibu menyusui. (Pixabay.com)

Tidak perlu merasa bersalah atau egois karena meninggalkan anak-anak Anda. Psikolog anak dan keluarga Sasakhya Ulia Prima, M.Psi., mengatakan me time sebenarnya baik untuk para ibu. Baca lebih lanjut di artikel khusus Tanyakan di bawah.

Apakah ibu yang memberi saya waktu merupakan tanda egoisme terhadap anaknya? Terpopuler Kesehatan: Mantan Menkes Soal Mata Merah Korban Tragedi Kanjuruhan, Dampak Resistensi Antibiotik untuk Mental

Kita perlu tahu di mana batasan kita. Manajemen stres itu penting. Kita pasti ingin memberikan yang terbaik kepada anak kita agar bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Namun perlu seorang ibu yang memiliki manajemen emosi yang baik. Jika pikiran kita tidak jernih maka tindakan yang kita lakukan pasti akan kacau. Jadi pahamilah dimana batasan kita. Siapa pun atau apa pun yang dapat membantu memberikan dukungan.

Jangan lupa untuk menjaga diri sendiri. Isi ulang diri Anda agar dapat kembali berperan sebagai ibu yang baik. Jadi ketika kita bertemu anak lain kita tersenyum karena cangkir cintanya sudah penuh. Merawat diri sendiri bukan tentang menjadi egois, ini tentang menjadi pintar karena Anda tidak bisa melakukan semuanya sendirian.

Bagaimana perasaan stres ibu mempengaruhi kondisi dan tumbuh kembang anak?

Kebanyakan pasti ada pengaruhnya. Karena kecemasan mempengaruhi cara berpikir Anda. Dan biasanya jika kita mengalami sesuatu hal itu ditransfer ke apa yang kita rasakan dan lakukan. Jadi jika pikiran kita kacau dan penuh kekhawatiran, kita menjadi gugup. Dan mungkin jika anak menangis, ibunya juga akan menangis.

Karena rasa cemas, kita harus memberikan yang terbaik kepada anak kita dari waktu ke waktu. Tapi itu harus jelas. Ketika kita bisa mengelola kecemasan dengan baik, emosi kita akan lebih tenang dan lebih mudah berinteraksi dengan anak. Anak tumbuh dari interaksi orang tua, semakin positif maka serabut otaknya berkembang semakin baik.

Jadi apakah normal untuk merasa emas atau stres?

Biasa dan perlu. Jika kita tidak merasa seperti itu, kita mungkin merasa bahwa apa yang ingin kita lakukan terserah pada kita. Jadi pasti ada, kita jadi termotivasi untuk tidak berbuat apa-apa karena cemas. Namun dalam hal ini, Anda tidak boleh berlebihan.

Apa saja gejala kecemasan berlebihan yang perlu Anda ketahui?

Ibu yang anaknya masih bayi, bila pikiran ibu ini selalu negatif, tidak bisa termotivasi untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan, perawatan diri berkurang total, sehingga tidak mau makan, tidak mandi, mendapat marah. Semua orang juga kehilangan rasa bahagianya. Saat berinteraksi atau bonding dengan anak, jika terjadi dalam waktu 2 minggu berarti Anda memerlukan bantuan profesional.

Tapi kalau kadang menangis, kadang marah-marah bunda, itu pasti terjadi di zaman kita.

Karakteristik kecemasan setiap orang berbeda-beda. Ada hal yang bisa Anda rasakan pada tubuh Anda, misalnya rasa gugup, telinga terasa panas, kaki gemetar, pusing, sakit perut. Yang penting kalau ini terjadi, kita langsung sadar kalau kita khawatir.

Apa definisi ibu yang baik dari sudut pandang psikologis? Tanya Psikolog: Ibu Menyusui Ingin Me Time, Apakah Itu Termasuk Tindakan Egois?

Jawabannya sebenarnya tidak ada di buku teks. Satu-satunya tantangan di masa lalu adalah orang tua kita dibandingkan dengan tetangga kita, saudara kandung. Jika Anda bangun sekarang, Anda dapat melihat ponsel Anda membandingkannya dengan orang lain. Saat ini, tantangan terbesar para ibu sebenarnya adalah menolak perasaan ingin menjadi sempurna. Seringkali kita merasa rumput tetangga lebih hijau.

Menjadi ibu yang baik bukan berarti semua orang tua sempurna. Faktanya, kita membentuk anak-anak menjadi diri kita sendiri. Jadi ibu yang baik bukanlah ibu yang sempurna. Tapi fokus kami adalah mengembangkan diri kami sendiri, keluarga kami, dan anak-anak kami.

Apakah Anda memiliki pertanyaan tentang kesehatan, pola makan, dan kondisi tempat tidur? Kolesterol Kita bisa membantu Anda menemukan jawabannya. Tulis pertanyaan Anda di bagian komentar agar para ahli dapat menjawabnya.